Adu Ayam

Masyarakat Indonesia yang hidup pada era tahun 1980an kebelakang pasti sangat akrab dengan permainan judi sabung ayam . Hal itu dikarenakan perjudian masih diperbolehkan dan dianggap legal oleh sang presiden kita. Sabung ayam kerap dekat sekali dengan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Tak perlu pergi jauh-jauh untuk melihat pertandingan cock fight (cockfighting), di sekitar rumah dan kampung-kampung biasanya sering diadakan.

Namun era pun berganti, pergantian kekuasaan dan pemerintahan membuat peraturan serta perundang-undangan Indonesia berubah. Yang dulunya perjudian bisa kamu temukan dari area sekitar rumah, kini segala tindak perjudian dilarang dan dikecam dengan hukuman yang relatif berat. Akhirnya banyak pencinta fighting cock menyimpan hobinya rapat-rapat dalam hati kecil. Membuang kenangan indah tentang suasana menegangkan kala menonton pertandingan sabung ayam.

Pengertian Game Judi Sabung Ayam

Sebenarnya Sabung Ayam Online termasuk ke dalam kategori “olahraga darah” (extreem) atau blood sport. Games ini menyertakan dua ayam yang saling bertanding dalam satu laga permainan. Olahraga adu ayam ini dilakukan di sebuah cincin yang disebut kokpit. Sedangkan para ayam pejuang tersebut biasa dikenal dengan istilah Gamecock. Di mana dibiakkan secara khusus dan dikondisikan untuk mempunyai stamina serta kekuatan yang tinggi.

Pertandingan sabung ayam diartikan sebagai perkelahian sampai mati, meskipun terkadang hanya meninggalkan luka fisik. Tapi luka fisik tersebut bisa memberikan trauma yang signifikan pada ayam petarung. Sehingga meskipun game judi adu ayam terpopuler di beberapa negara seperti Filipina, wilayah lain tak menganggapnya demikian. Fighting cock tidak dianggap sebagai olahraga karena merupakan relevansi dari budaya dan agama.

Sabung Ayam Online

Sejarah Pertandingan Adu Ayam

Pertandingan adu ayam adalah sebuah olahraga penonton yang telah ada sejak jaman dahulu (kuno). Asumsi itu diperkuat dari ditemukannya bukti bahwa sabung ayam adalah hiburan di Peradaban Lembah Indus. Ensiklopedia britania (2008) memuat:

“Olahraga ini populer di zaman kuno di India, Cina, Persia, dan negara-negara Timur lainnya dan diperkenalkan ke Yunani Kuno di zaman Themistocles (sekitar 524–460 SM). Untuk waktu yang lama orang-orang Romawi terpengaruh untuk membenci “pengalihan Yunani” ini, tetapi mereka akhirnya mengadopsinya dengan sangat antusias sehingga penulis pertanian Columella (abad ke-1 M) mengeluh bahwa para pengikutnya sering menghabiskan seluruh warisan mereka untuk bertaruh di sisi kokpit.”.

Sementara di Indonesia sendiri, adu ayam SV388 adalah tradisi yang sangat tua dalam agama Hindu Bali. Tajen, begitulah sebutan sabung ayam yang dikenal oleh masyarakat Bali. Yang dipraktikkan dalam ritual pemurnian agama kuno untuk mengusir roh jahat. Suatu bentuk ritual pengorbanan hewan yang disebut tabuh rah (‘menuangkan darah”). Disimpulkan dari ungkapan ritual tabuh rah telah ada selama berabad-abad yang didapat dari Prasasti Batur Bang I (tahun 933) dan Prasasti Batuan (944 kalender Caka Bali). Sedangkan sabung ayam tanpa tujuan keagamaan akan dianggap sebagai tindak perjudian, yang akan dicekal oleh kepolisian.